Thursday, 30 May 2013

Remunerasi PNS

Remunerasi PNS


Penerimaan CPNS 2013

Posted: 29 May 2013 08:33 AM PDT

Tahun 2013 ini pemerintah merencanakan merekrut CPNS dari pelamar umum sebanyak 60.000 kursi dengan rincian 20.000 untuk instansi pusat dan sisanya 40.000 kursi bagi instansi daerah. Tes akan dilaksanakan pada bulan September 2013 dengan didahului penetapan formasi dan pengumuman ke publik pada bulan Juli-Agustus 2013.

Seperti tahun 2012 Kemenpan melibatkan 10 konsorsium perguruan tinggi PTN yang bertugas membuat soal dan mengevaluasi hasil tes seleksi CPNS. Kemenpan juga sudah membuat MoU dengan ICW yang disertakan dalam pengawasan proses penerimaan CPNS sehingga proses rekrutmen diharapkan adil, transparan, terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif.

Keputusan lulus tidaknya calon PNS berdasarkan passing grade dan diumumkan satu pintu melalui Kemenpan, artinya instansi daerah tidak punya kuasa untuk menentukan kelulusan CPNS. Ingat kasus CPNS Badung Bali kisruh lantaran pengumuman hasil tes CPNS nilainya berbeda dengan hasil yang keluarkan oleh Kemenpan-RB yang akhirnya menyeret ketua BKD setempat menjadi tersangka pemalsuan dokumen.

Kebijakan Penerimaan CPNS 2013

Secaran nasional pemerintah menerapkan kebijakan zero growth dengan hanya mengganti PNS yang sudah pensiun, meninggal dunia, dipecat atau berhenti dengan tidak menambah jumlah pegawai secara keseluruhan. Namun secara institusional namun secara institusional akan dijalankan dengan tiga pola, yakni minus growth, zero growth, dan growth. Sederhananya Minus Growth berarti tidak membuka pendaftaran CPNS sedangkan kebijakan Growth bisa menambah CPNS diluar pensiun.

No Keterangan Jumlah Pegawai ** Rasio Belanja Pegawai thd APBD
1 Minus Growth
* Pemprov Berlebih Lebih 30%
* Pemkab/Kota Berlebih Lebih 50%
2 Zero Growth
* Pemprov Cukup 25% – 30 %
* Pemkab/Kota Cukup 40% – 50%
3 Growth
* Pemprov Kurang Kurang 25%
* Pemkab/Kota Kurang Kurang 40%

** Berdasarkan Analisa Beban Kerja

Pertimbangan lain yang jadi perhatian: instansi yang tidak memiliki tenaga honorer K-1/K-2, rasio jumlah pegawai dengan jumlah penduduk, luas wilayah, ke¬kurangan pegawai serta prioritas jabatan.

Penetapan Formasi CPNS 2013

Untuk memperoleh formasi CPNS instansi pusat maupun daerah harus mengusulkan formasi dengan melengkapi beberapa persyaratan yang sudah ditetapkan dalam regulasi, yaitu:

  1. Melakukan ANalis Beban Kerja (ABK)
  2. Analisis Jabatan
  3. Peta Jabatan
  4. Uraian Jabatan
  5. Redistribusi Pegawai serta
  6. Proyeksi kebutuhan PNS selama 5 tahun yang akan datang.

Keenam syarat diatas sifatnya wajib, jika salah satu tidak dilengkapi otomatis tidak diproses usulan formasinya. Daftar K/L maupun Pemda yang sudah melengkapi 6 persayaratan tersebut dapat dilihat di situs sdm.menpan.go.id. Dari situ dapat diperkirakan apakah instansi tersebut pada tahun 2013 akan membuka pendaftaran CPNS atau tidak.

Belanja Pegawai APBD di bawah 50%

Selain ketentuan di atas terdapat satu syarat lagi yang cukup berat bahwa perbandingan antara belanja pegawai dengan total APBD harus dibawah 50% bahkan Pemprov harus dibawah 30%. Pemenuhan persyaratan ini harus dibuktikan dengan dokumen yang sah tentang APBD beserta jumlah dan besarnya dana yang dialokasikan untuk belanja pegawai termasuk belanja pegawai yang dialokasikan pada pos belanja langsung.

Data menunjukkan APBD tahun 2012 menunjukkan untuk Pemerintah Provinsi hanya terdapat 3 daerah dengan belanja bawah 30 % yaitu Kaltim (28,77%, Papua (28,85%, dan Papua Barat (28,04%).

Jateng (57,31%) Banten (47,24%)
Jogjakarta (56,66%) Sulbar (45,66%)
NTB (55,53%) Kalbar (44,72%)
Lampung (54,9%) Jambi (45,40%)
Bali (52,19%) Sumsel (44,39%)
Sulut (51,45%) Maluku (42,71%)
NTT (50,78%) Kalsel (42,11%)
Sumut (50,69%) Aceh (40,16%)
Bengkulu (50,24%) Malut (38,32%)
Jatim (50,05%) Kepri (37,04%)
Gorontalo (49,83%) DKI Jakarta (36,87%)
Sumbar (49,43%) Bangka Belitung (35,51%)
Sulteng (49,43%) Riau (34,96%)
Sulsel (49,43%) Kaltim (28,77%)
Jabar (48,06%) Papua (28,85%)
Sultra (47,17%) Papua Barat (28,04%)
sumber: Kemendagri

 

Daftar pemda/pemkot sebagian dapat dilihat pada tabel-persentase-gaji-pnsd-terhadap-apbd (data tersebut belum memperhitungkan alokasi belanja langsung).

Alur penyusunan formasi PNS dapat diurutkan sebagai berikut:

  1. Instansi Pusat dan Daerah mengusulkan formasi
  2. BKN memberikan pertimbangan teknis
  3. Menpan meminta pendapat ke Menteri Keuangan
  4. Menkeu memberikan pendapat tentang ketersediaan anggaran belanja pegawai
  5. Menpan memberikan persetujuan prinsip formasi
  6. Instansi Pusat dan Daerah menyampaikan tambahan alokasi formasi
  7. Menpan menetapkan Formasi PNS Pusat dan persetujuan formasi PNS Daerah
  8. Izin dari Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional yang diketuai Wakil Presiden

Prioritas Jabatan CPNS 2013

No Instansi Daerah Instansi Pusat
1 Guru (guru kelas dan guru produktif) yaitu guru yang memberi keterampilan hidup / life skill untuk siswa, guru tataboga, guru seni kriya, dan guru desain grafis. Guru (guru kelas, dan guru produktif) yaitu guru yang memberikan keterampilan hidup / life skill untuk siswa.
2 Tenaga medis dan paramedis (dokter, dokter spesialis, bidan, perawat, dan refraksionis optisien). Dosen.
3 Jabatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat (pro growth). Jabatan penegak hukum (pro justice), seperti jaksa, panitera, pengaman lembaga pemasyarakatan (sipir).
4 Jabatan yang berperan menciptakan lapangan kerja (pro job), seperti instruktur las, instruktur tataboga, dan instruktur tata rias. Jabatan utama (core business) fungsi instansi, seperti:
* Pengawas tata bangunan dan perumahan, pengawas teknik jalan dan jembatan, penata ruang, pengawas teknik pengairan, arsitek.
*  Pemeriksa pajak, penyuluh pajak, pemeriksa bea cukai
*  Pemeriksa merek, pemeriksa dokumen imigrasi.
* Mediator hubungan industrial, instruktur, pengawas ketenagakerjaan.
*  Pengamat gunung api, inspektur tambang.
* Penguji kenderaan bermotor, pengawas keselamatan pelayaran, ATC.
5 Jabatan yang menciptakan pengurangan kemiskinan (pro job), seperti pamong belajar, pembimbing terapan teknologi tepat guna, penggerak swadaya masyarakat.
6 Jabatan yang berperan dalam pengendalian pertumbuhan penduduk, seperti penyuluh keluarga berencana.

sumber: Kemenpan

Model Tes CPNS 2013

Awal tahun 2013 Presiden SBY melalui Inpres No. 1 Tahun 2013 menginstruksikan agar seluruh instansi memerintahkan seluruh instansi pemerintah agar dalam melakukan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) secara tranparan dan akuntabel. Presiden memerintahkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersama-sama Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah agar mengembangkan sistem Seleksi CPNS/PNS dengan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) sebagai bentuk transparansi dan akuntabel tadi.

Computer Assisted Test (CAT) merupakan metode seleksi dengan alat bantu komputer yang digunakan untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar bagi pelamar CPNS. Pada prinsipnya dalam prosesnya peserta ujian CPNS langsung menjawab pertanyaan di komputer yang sudah terhubung dengan server induk. Kelebihan utama sistem ini adalah akuntabilitasnya, setiap peserta dapat mengetahui nilainya secara langsung setelah menyelesaikan ujian, apakah memenuhi passing grade atau tidak.

Test CAT hanya untuk ujian Kompetensi Dasar (Tes Pengetahuan Umum, Tes Bakat Skolastik dan Tes Skala Kematangan), tahap selanjutnya adalah tes kompetensi bidang (TKB) yang dilaksanakan instansi masing-masing.

Apakah test penerimaan CPNS 2013 dilaksanakan dengan sistem CAT?. Faktor terpenting dari sistem CAT adalah infrastrukturnya, faktanya instansi pemerintah yang memiliki perangkat CAT hanya BKN saja, 1 (satu) berada di pusat dan 12 lainnya di kantor regional dengan kapasitas masing-masing 50 peserta ujian.

Sedangkan ujian CPNS 2013 direncanakan serentak, sehingga tidak realistis jika model ujian CAT dilakukan pada tahun ini. Sistem CAT cocok jika pelaksanaan ujian berkesinambungan, artinya penerimaan CPNS dilakukan setiap saat sesuai kebutuhan. Jadi nampaknya tahun ini masih menggunakan format Lembar Jawaban Komputer (LJK) yang diperiksa secara computerized.

Akhirnya penulis mencoba berbagi pengalaman ketika lulus CPNS secara murni melalui test:

  1. Berdoa
  2. Persiapkan materi, pelajari soal tahun2 kemarin, perbanyak pengetahuan umum atau berita aktual melalui media baik televisi, koran maupun internet (positif). Coba buat analisa sendiri mengenai type soal.
  3. Persiapan Test Kompetensi Bidang, pelajari karakteristik, seluk beluk instansi yang dilamar, peraturan atau UU yang menyangkut kebijakan yang berhubungan instansi tersebut.
  4. Menjaga kesehatan tubuh dan psikis.